Oleh Layanan Berita Ekspres

NEW DELHI: Menyatakan keprihatinan atas semakin besarnya ketergantungan pada lima pengadilan pusat, Komisi Hukum India telah merekomendasikan agar perintah pengadilan tidak dapat ditentang secara langsung di Mahkamah Agung dan sebaiknya ditentang di hadapan majelis divisi di pengadilan tinggi masing-masing.
Pengadilan adalah badan administratif yang dibentuk dengan tujuan melaksanakan tugas kuasi-yudisial. Ini bukan pengadilan atau badan eksekutif.

Hingga bulan Juli 2017, lebih dari 3,50 lakh kasus sedang menunggu keputusan di lima pengadilan, dimana Pengadilan Banding Pajak Penghasilan sendiri memiliki lebih dari 91.000 kasus yang menunggu keputusan. Dalam laporannya yang berjudul ‘Penilaian Kerangka Hukum Pengadilan di India’ yang disampaikan kepada Kementerian Hukum pada hari Jumat, panel tersebut mengatakan, “Meskipun tingkat penyelesaian pengadilan dibandingkan dengan pengajuan kasus per tahun sangat luar biasa yaitu sebesar 94 persen. . , ketergantungannya masih tinggi.”

Panel hukum menyatakan terkejut bahwa meskipun pengadilan tersebut dibentuk untuk mengatasi penundaan dan penundaan dalam penyelenggaraan peradilan di pengadilan biasa, angka pendensi kini memberikan gambaran yang suram tentang pengadilan itu sendiri. Panel juga merekomendasikan agar pengadilan diawasi oleh satu lembaga yang berada di bawah kendali Kementerian Hukum dan Kehakiman.

Ketergantungan yang besar
91.538 perkara yang menunggu keputusan di Pengadilan Banding IT pada akhir tahun 2016
90.592 perkara di Pengadilan Banding Bea Cukai dan Pajak Jasa selama akhir tahun 2016
78.118 kasus di Debt Recovery Tribunal per 3 Juli 2016
45.604 kasus di Pengadilan Cukai Kereta Api per 30 September 2016
44.333 kasus di CAT pada Juli 2017

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

Togel Sidney